Terungkap, Ini Motif Aksi Teror di Rumah Pejabat Kejati dan Sekretaris LAM Riau

Penyalainews, Pekanbaru - Tiga dari lima pelaku teror rumah Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kasi Penkum Kejati) Riau, Muspidauan dan Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Nasir Penyalai telah dibekuk polisi.

Atas penangkapan tersebut Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengungkap motif di balik aksi teror yang dilakukan kelima pelaku tersebut.

"Kami temukan ada lima orang dari kasus ini. Ini dilatarbelakangi Musdalub LAM Pekanbaru. Dalam musyawarah terjadi pergantian pimpinan, lembaga ketua kerapatan adat dan ketua harian diganti," terang Irjen Agung mengutip detikcom, Jumat (12/3).

Pada Musdalub yang dilaksanakan pada Januari lalu, Muspidauan terpilih sebagai Ketua LAM Pekanbaru. Namun terpilihnya Muspidauan sempat mendapat protes dari pengurus LAM di Pekanbaru.

Baca Juga: Pelaku Teror Pelemparan Kepala Anjing di Rumah Pejabat Kejati Riau Dibekuk

"Pak Muspidauan ini menjadi ketua harian terpilih dari Musdalub luar biasa tersebut. Sebagai pengurus LAM, para pelaku tidak terima, takut nanti mereka nggak dipakai," katanya.

Hal inilah yang melatarbelakangi aksi teror di rumah Muspidauan dan Nasir. Dengan demikian, para pelaku tetap dianggap eksis sehingga pengurus lama ketakutan.

"Tujuannya agar mereka bisa eksis berada di properti atau aset yang ada di LAM Riau. Buron J membiayai operasi ini untuk menjalankan aksi teror," ungkapnya.

Sedangkan untuk teror di rumah Nasir, disebabkan karena pelaku menganggap Nasir memberi restu terselenggaranya Musdalub. Sehingga memunculkan nama-nama pengurus baru di LA Riau cabang Pekanbaru.

"Mengapa disiram bensin, kenapa rumah diteror, karena Pak Nasir dianggap orang yang mendukung Musdalub dan dianggap orang yang memunculkan kepemimpinan baru dan tidak dikehendaki oleh mereka," kata Agung.

Lihat Juga: Teror Pisau dan Kepala Anjing ke Rumah Pejabat Kejati Riau, Masihkah Misteri?

Para pelaku melancarkan aksi teror pertama di rumah Muspidauan. Sehari kemudian, teror dilanjutkan di rumah Nasir pada Jumat (5/3) pukul 23.30 WIB.

Aksi para pelaku kemudian terekam CCTV dan bisa diidentifikasi. Pelaku terlihat melempar potongan kepala anjing dan menyiram rumah Nasir pakai bensin.

"Mereka berangkat pakai dua sepeda motor. Mereka menuju lokasi. Pertama membuang kepala anjing dan kemudian menyiram rumah Bapak Nasir," katanya.

 

 

Comment