Teror Pisau dan Kepala Anjing ke Rumah Pejabat Kejati Riau, Masihkah Misteri?

Penyalainews, Pekanbaru - Peristiwa teror dengan kepala anjing yang di rumah Pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Riau hingga kini masih menjadi misteri. Pasalnya, ditemukan pisau pula ketika itu.

Peristiwa itu terjadi di rumah Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Riau, Muspidauan sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (5/3) lalu. 

Berawal dari ditemukannya sebilah pisau oleh Muspidauan ketika ia hendak pergi salat Subuh. Pisau tersebut ia temukan di teras depan rumahnya.

"Saat pelapor ke luar rumah, terlihat sebilah pisau di teras depan rumahnya, kemudian pelapor meletakkan ke dalam rumah pisau tersebut karena pelapor pikir pisau tersebut pisau kepunyaan tetangganya yang merupakan kakak istrinya, selanjutnya pelapor pergi melaksanakan salat Subuh," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang, mengutip detikcom, Senin (8/3).

Kemudian Muspidauan meminta sang anak untuk memeriksa rekaman CCTV. Namun, tak tampak ada orang yang meletakkan pisau tersebut.

Selanjutnya anak Muspidauan memeriksa area depan rumah. Ketika itulah, sepotong kepala anjing tergeletak di depan rumahnya.

"Terlihat ada sepotong kepala anjing yang terletak di depan teras rumah, tepatnya di bawah jendela rumah," ucapnya.

Sang anak lantas kembali memeriksa CCTV dan tampak dua pria melemparkan sesuatu ke teras rumahnya. Berdasarkan rekaman itu, peristiwa terjadi sekitar pukul 22.34 WIB.

"Saat mengecek CCTV, pada pukul 22.34 WIB terlihat di CCTV dua orang laki-laki menggunakan sepeda motor melemparkan sesuatu barang ke dalam teras rumahnya," ucapnya.

HIingga kini, belum diketahui motif di balik pelemparan kepala anjing serta temuan sebilah pisau itu. Sementara, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

"Kami masih lakukan penyelidikan terhadap pelaku. Sudah dilakukan olah TKP juga di lokasi," tutur Nandang.

Sementara itu, Muspidauan yang mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut menyebutkan dalam rekaman CCTV terlihat dua orang berboncengan sepeda motor melempar sesuatu di malam hari.  Padahal saat peristiwa itu, kata dia, seluruh anggota keluarganya berada di rumah.

"Kami semua di rumah karena malam kan, Kamis malam. Tetapi mungkin karena itu daging tidak bunyi waktu dilempar," ujarnya.

Dia mengatakan peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Muspidauan menyerahkan penyelidikan kasus ini ke polisi.

"Semua barang bukti sudah saya serahkan ke polisi. Sudah saya laporkan ke Polresta," tuturnya.




Comment