Penyalainews - Seorang perempuan berusia 25 tahun menodongkan senjata api ke sejumlah petugas polisi yang tengah berjaga setelah berhasil menerobos Mabes Polri, Rabu (31/3). Pelaku kemudian dilumpuhkan hingga tewas di tempat.
Perempuan berinisial ZA itu meninggal usai tembakan mengenai bagian jantungnya. Sementara aksi teror itu masih dalam penyelidikan polisi.
Dikatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pelaku berideologi ISIS. Menurutnya, hal ini didasari unggahan akun media sosial milik pelaku yang diperiksa polisi.
Aksi teror di kantor polisi bukan baru kali ini terjadi. Sejumlah serangan teror secara langsung maupun tidak langsung pernah dialami kepolisian di markasnya sendiri dalam lima tahun terakhir, seperti melansir CNN Indonesia, Kamis (1/4).
Serangan di Karanganyar
Juni 2020 seorang pria tak dikenal melakukan penyerangan terhadap rombongan polisi di Karanganyar, Cemoro Kandang, Jawa Tengah. Tembakan anggota polisi kemudian menewaskan pelaku di tempat.
Seorang anggota polisi juga terluka akibat serangan sabit pria tersebut dalam kejadi insiden ini. Diketahui, pelaku merupakan seorang pria residivis yang baru bebas pada 2019 bernama Karyono asal Madiun, Jawa Timur.
Bom Polrestabes Medan
Aksi bom bunuh diri juga terjadi di Polrestabes Medan pada akhir 2019. Aksi itu terjadi setelah sejumlah aparat kepolisian melakukan apel pagi di halaman Markas Polrestabes Medan sekitar pukul 08.00 WIB.
Ketika itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras di halaman kantor operasional Markas Polrestabes Medan, tepatnya dekat kantin dan halaman parkir.
Dari pemeriksaan aparat, diketahui bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Kota Medan, Sumatera Utara mampu melewati pemeriksaan petugas dengan melilitkan bom di pinggang.
Kerusuhan Mako Brimob Depok
Kerusuhan terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 2018 lalu. Kerusuhan diduga terjadi akibat cekcok antara petugas lapas dengan napi di salah satu sel. Rutan pun sempat dikuasai oleh para napi yang terdiri dari sejumlah napi teroris.
Serangan di Polrestabes Surabaya
Bom bunuh diri terjadi di kantor Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Mei 2018. Atas serangan itu, empat pelaku tewas, empat polisi dan enam warga terluka.
Polda Riau Diserang
Hanya berselang dua hari setelah serangan di Surabaya, Polda Riau, Pekanbaru menjadi target selanjutnya aksi terorisme. Seorang polisi tewas dalam peristiwa tersebut, dua anggota lainnya mengalami luka.
Serangan tersebut dilakukan lima orang yang diduga merupakan anggota Negara Islam Indonesia. Empat orang pelaku tewas.
Bom di Polrestabes Surakarta
Pada 5 Juli 2016, serangan bom bunuh diri terjadi di Polresta Surakarta, Jawa Tengah. Diduga, pelaku merupakan bagian dari jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara. Dalam kejadian itu, seorang polisi terluka dan pelaku tewas.
Teror Serangan Pesan Beruntun
Selain serangan secara langsung, pihak kepolisian juga sempat menerima pesan berantai bernada teror dan ancaman ke kepolisian. Teror itu beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp. Pesan itu beredar pasca penangkapan 22 tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah di wilayah Jawa Timur.

Comment