Penyalainews - Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Indonesia kehilangan pendakwah Ustaz Tengku Zulkarnain yang meninggal dunia di Rumah Sakit Tabrani Pekanbaru, Riau akibat terpapar Covid-19 Senin (10/5) malam.
"Innalillahi wa innailaihi rooji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Ust. Tengku Zulkarnain," demikian Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Chairul Riski menyampaikan kabar tutup usianya Ustaz Tengku Zulkarnain melalui grup WhatsApp, seperti mengutip dari Kompas.com, Selasa (11/5).
Sebelumnya, kondisi Zulkarnain saat menjalani perawatan selama sepekan di RS Tabarani sempat stabil. Tapi, Senin sore almarhum mengalami penurunan hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Adik ipar Zulkarnain, Said Lukman, mengatakan Ustaz Tengku Zulkarnain selama Ramadan rutin melakukan safari dakwah keliling. Salah satunya di wilayah kabupaten dan kota di Riau.
Safari Ramadan Zulkarnain yang terakhir dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Minggu (2/5). Namun ketika itu, Zulkarnain mengeluh tak enak badan sehingga memilih kembali pulang ke Pekanbaru.
"Kondisinya saat itu kurang enak badan. Jam 14.00 WIB beliau kembali ke Pekanbaru naik mobil," ujar Said.
Zulkarnain, setibanya di Pekanbaru beristirahat di RS Tabrani milik profesor Tabrani yang memiliki hubungan saudara dengan Zulkarnain. Ustaz berdarah Melayu Deli itu lantas diminta istirahat di RS karena akan melanjutkan perjalanan ke Medan.
Tapi saat swab sebelum terbang ke Medan, sang Ustaz dinyatakan positif Covid-19. Zulkarnain kembali menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang sempat stabil.
Sang adik, Tengku Nazariah bercerita almarhum sempat masih mampu meneriakkan takbir saat berbicara dengan Ustaz Abdul Somad melalui telepon sebelum dipasang ventilator.
"Beliau juga sempat meneriakkan takbir jelang kondisi tubuhnya menurun," kata dia
Bahkan, ia sempat melafalkan kalimat tauhid, Lailahillallah. Semenjak itu, Zulkarnain dirawat menggunakan alat bantu pernapasan.
"Ia pun akhirnya harus bernafas dengan bantuan ventilator," katanya.
Menurut adik ipar Almarhum, Said Lukman, sejak Senin sore kemarin, fisik Zulkarnain kian menurun dan drop. Hingga ketika azan Magrib berkumandang, sang Ustaz menghembuskan napas terakhirnya.
Menurut Direktur Corporate Communication (DCC) RS Tabrani Pekanbaru, Ian Machyar, almarhum memiliki penyakit bawaan saat terpapar Covid-19. Ian memperkirakan almarhum kelelahan karena berdakwah di sejumlah tempat.
Namun, Ian memastikan bahwa tidak ada keluarga pihak almarhum yang positif Covid.19.
"Sudah diswab tidak ada yang positif. Keluarga dari Medan dan Pekanbaru sudah berkumpul," katanya
Selanjutnya, Said Lukman mengatakan jenazah Zulkarnain akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 di Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Senin malam tadi.
Sekitar 50 orang turut dalam salat jenazah Zulkarnain di pekarangan samping RS Tabrani. Keluarga, kerabat, tim Satgas Penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hingga warga Pekanbaru berjejer membentuk 7 syaf menyolatkan jenazah Zulkarnain yang berada di dalam mobil ambulans.
Salat jenazah tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dikawal petugas kepolisian dan TNI.

Comment