Penyalainews, Kuansing - Kondisi arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae di Baserah, Kabupaten Kuantan Singingi, mulai menuai perhatian. Sejumlah bagian pelataran di kawasan tersebut tampak retak, amblas, dan mengalami penurunan struktur di sisi tepian sungai. Kerusakan itu dinilai bukan lagi sekadar persoalan estetika, tetapi telah berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang berkunjung.
Tokoh muda asal Baserah, Barry Eko Lesmana, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat dan budaya di Kuantan Singingi tersebut. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan yang ada dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama saat kawasan dipadati pengunjung pada momen Pacu Jalur maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Yang kita khawatirkan bukan hanya soal kerusakan fisiknya, tetapi keselamatan masyarakat. Di beberapa titik sudah terlihat amblas dan retak cukup panjang. Jika terus dibiarkan, ini bisa membahayakan pengunjung yang datang,” ujar Barry Eko Lesmana.
Ia mengatakan, Tepian Lubuok Sobae selama ini menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga, terutama anak-anak muda dan masyarakat yang datang menikmati suasana tepian sungai. Karena itu, kondisi infrastruktur di kawasan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurut Barry, kawasan tepian sungai memiliki karakter tanah yang rentan mengalami abrasi dan pergeseran struktur. Jika tidak segera diperkuat, kerusakan kecil yang terlihat hari ini bisa berkembang menjadi longsor pada bagian pelataran lainnya.
“Jangan sampai nanti baru sibuk mencari solusi ketika sudah ada korban atau kerusakan besar. Pencegahan jauh lebih penting. Pemerintah harus bergerak cepat melihat kondisi ini,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan penanganan teknis dan revitalisasi kawasan Tepian Lubuok Sobae. Menurutnya, persoalan ini membutuhkan kolaborasi agar penanganannya tidak setengah-setengah.
Barry juga menilai, Tepian Lubuok Sobae bukan hanya fasilitas umum biasa, tetapi bagian dari wajah budaya daerah yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Kuantan Singingi. Karena itu, menjaga kawasan tersebut sama artinya dengan menjaga kebanggaan daerah.
“Pacu Jalur adalah identitas masyarakat Kuansing. Tepian Lubuok Sobae menjadi bagian dari denyut kebudayaan itu sendiri. Maka fasilitas dan keamanannya juga harus benar-benar diperhatikan,” tutupnya.***red/rfm

Comment