Sulitnya Perjuangan Tim Pemadam Karhutla Demi Jaga Tanah di Bumi Melayu Riau

Penyalainews, Pekanbaru - Sudah sekitar sepekan lamanya tim Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Dumai berjuang memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setidaknya, ada tiga daerah yang menjadi tanggungjawab tim ini, yakni Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Rokan Hilir.

Tim yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) karhutla, terdiri dari TNI, Polri, masyarakat peduli api (MPA) termasuk bantuan dari pihak perusahaan, harus berjibaku melawan berbagai kesulitan dalam upaya memadamkan api di tanah Melayu ini.

Kepala Manggala Agni Sumatera V Daops Dumai, Ismail Hasibuan menyebutkan karhulta di wilayah Dumai terdapat di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, dan Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan.

Sedangkan di Kabupaten Bengkalis, titik api ada di Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat dan Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau.

"Untuk di Desa Tasik Serai dan Desa Sukarjo Mesim sudah bisa kita tangani dan tinggal lagi pendinginan. Begitu juga dengan di Kelurahan Mundam juga sudah jauh berkurang. Cuma kan belum bisa kita tinggalkan, karena takutnya nanti api muncul lagi. Jadi, kami pemadaman sampai tuntas," kata Ismail, seperti dikutip dari KOMPAS.com, Kamis (25/2).

Baca: Waspada, Titik-titik Api Mulai Jadi Ancaman di Wilayah Sumatera

Sudah sejak beberapa hari terakhir, sebut Ismail petugas berjibaku memadamkan api Karhutla terparah dan sulit dikendalikan yang ada di Kelurahan Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan.

Saat ini, menurutnya, lahan gambut yang terbakar sudah puluhan hektar luasnya. Ditambah lagi, kondisi gambut kering yang kedalamannya dua meter membuat titik api sulit dipadamkan.

"Kami terus berupaya memadamkan titik api, agar asapnya tidak menyebar ke permukiman warga," ucap Ismail.

Ismail mengaku banyak kendala yang harus dihadapi tim di lapangan selama menanggulangi karhutla. Mulai dari terbatasnya sumber air, angin kencang hingga cuaca panas.

Belum lagi, tim Manggala Agni harus menerobos hutan yang tak bisa dilalui dengan sepeda motor apalagi mobil operasional untuk mencapai lokasi titik api.

Berbekal mesin pompa air, selang, nozel termasuk konsumsi yang dipikul, tanpa ragu tim menembus hutan dan semak belukar.

Lihat Juga: Puluhan Bom Air dari Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla 4 Ha di Siak

"Kadang tim kita harus memikul peralatan pemadaman menuju lokasi kebakaran. Jarak mencapai puluhan kilometer. Kondisi ini dialami anggota saat pemadaman karhutla di Kelurahan Lubuk Gaung. Lokasi ini sangat jauh karena sudah berbatasan dengan Rohil," sebut Ismail.

Ia bercerita bahwa dua hari yang lalu, tim terpaksa menyebur ke kanal untuk menyebarang ke lokasi karhutla. Sambil membawa peralatan pemadaman, petugas pun berenang menyeberangi kanal selebar empat meter itu.

"Kanal yang dilewati tidak ada jembatan, jadi terpaksa berenang," ujar Ismail.

Tak hanya pagi hingga sore hari, bahkan di beberapa titik, pemadaman api yang dilakukan tim Manggala Agni berlanjut hinggam malam.

Seperti beberapa hari lalu, dikatakan Ismail, pemadaman api di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Bengkali dilakukan sampai malam hari.

"Waktu itu kebakaran masih baru ditemukan dan semakin meluas. Jadi, tim berupaya memutus penjalaran api sampai jam sebelas malam. Tapi kebanyakan pemadaman sampai sore, kecuali urgen. Misalnya api mendekati permukiman warga," cerita Ismail.

Lokasi yang jauh ditambah kondisi tubuh yang sudah terlalu lelah, kata Ismail, membuat tim Manggala Agni ada yang menginap di hutan di sekitar lokasi untuk memadamkan api. Seperti pemadaman karhutla yang dilakukan di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.

Alhasil, satu regu tim Manggala Agni Dumai sudah beberapa malam bermalam di lokasi dengan mendirikan tenda.

"Ada satu tim yang menginap di lokasi. Mereka menginap karena lokasinya jauh. Jadi mereka capek bolak balik setiap hari," kata Ismail.

Tapi, Ismail mengaku bersyukur karena perjuangannya bersama tim Manggala Agni berhasil memadamkan beberapa titik api.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim Manggala Agni dan tim lainnya, beberapa titik api sudah berhasil kami padamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan," imbuh Ismail.

 

Sumber: KOMPAS.com

 

Comment