Penyalainews, Pekanbaru - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Tabana Bangun memberikan penekanan kepala seluruh personel Polda Riau terkait arahan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka penularan Covid-19 di Riau.
Tabana Bangun menegaskan Presiden memberikan tempo dua pekan kepada seluruh aparat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk melaksanakan arahan tersebut
“Oleh karena itu kita harus mampu menjawabnya,” tegas Tabana Bangun saat gelar apel pagi di lapangan apel utama Markas Komando Polda Riau Jalan Pattimura No 13 Kota Pekanbaru, Senin (24/05).
Terlebih lagi, sebut Tabana, Pekanbaru menjadi kelompok teratas dalam beberapa hari belakangan untuk penyebaran Covid-19 di Riau. Sebab itu, Tabana meminta personel Polri di Riau agar sigap menjabarkan perintah Presiden dan menjadikannya Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk penanggulangan Covid-19.
Sehingga kata dia, Provinsi Riau dan Pekanbaru khususnya, dapat keluar dari situasi zona merah. Sementara itu, Forkopimda sudah mengambil kebijakan optimal, salah satunya adalah tindakan vaksinasi massal.
“Anggota Polri dan keluarga harus ikut mendukung sebagai penerima vaksin. Sehingga imunitas bisa terbentuk. Sampai saat ini laporan keluarga Polri yang terkena wabah covid-19 dari hari ke hari makin menurun dan kita berharap keluarga kita sehat selalu. Oleh karena itu mari kita terus pertahankan dengan segala daya upaya kita. Dengan demikian harapan Presiden bisa terwujud dengan baik,” ujarnya.
Kendati sudah mendapatkan imunitas, Tabana melanjutkan, Polri juga memiliki tanggung jawab eksternal, yakni menjadi bagian dari tenaga penanggulangan pandemi Covid-19.
"Wilayah Pekanbaru merupakan penyumbang angka penularan tertinggi. Oleh karena itu Polri harus mendorong untuk memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat. Apalagi dengan kehadiran Presiden ke Provinsi Riau," ujarnya.
Saat ini upaya-upaya pencegahan selalu ditingkatkan. Menurutnya, “Salus Poluli Supreme Lex Esto” yaitu Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi harus diterapkan.
"Apapun tindakan kita adalah untuk menjaga keselamatan rakyat. Oleh karena itu keselamatan rakyat adalah upaya utama kita," sebutnya.
Menggencarkan upaya vaksinasi, ungkapnya, adalah untuk menjaga keselamatan masyarakat Riau. Petunjuk Kapolda Riau, sudah jelas bahwa hanya zona hijau yang tidak ada posko PPKM.
“Kita tidak mengenal libur untuk menekan angka penurunan. Sehingga dalam dua minggu benar-benar angka penularan ini harus turun. Pelayanan Unit Terpadu Polri ini akan turun ke rumah-rumah mengecek siapa saja yang baru pulang kampung. Dan melakukan pengecekan dan test swab hingga melakukan tracing untuk memantau agar penularan covid ini dapat dikendalikan,” pungkasnya. ***red/rfm

Comment