Penyalainews, Selatpanjang - Kabupaten Kepulauan Meranti dinyatakan nihil titik api yang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Ekaliptus mengatakan titik api tak lagi terpantau di Kepulauan Meranti setelah beberapa pekan terakhir diguyur hujan.
"Sampai saat ini Alhamdulillah aman, tidak ada atau nihil titik api," ujar Ekaliptus, mengutip ANTARA, Kamis (8/4).
Namun, kata Ekaliptus, sebagian lahan di Jalan Pramuka, Selatpanjang ada yang terbakar pada Selasa (6/4). Beruntung, petugas segera mengendalikan api yang tidak terlalu besar itu dan sudah padam.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di lahan milik masyarakat di Jalan Subang, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, tepatnya di depan MAN 1 Selatpanjang, Senin (5/4). Menurut pria yang akrab disapa Eka itu, dua titik api tersebut tidak menimbulkan kebakaran besar.
"Namun cepat dikendalikan oleh petugas. Begitu api terjadi, petugas langsung turun ke lapangan," beber dia.
Lokasi titik api terakhir, sebut Eka, ada di Meranti yang menyebabkan karhutla cukup luas di Desa Sonde, Kecataman Rangsang Barat. Pihaknya, sempat melakukan peninjauan ke lokasi tersebut setelah adanya pendinginan dalam beberapa waktu lalu.
"Terakhir disana (Desa Sonde), kita cek baru-baru ini ke lapangan kondisinya aman terkendali," kata Eka.
Sementara, data BPBD Kepulauan Meranti menunjukkan titik panas sepanjang 2021 ini berjumlah 104 titik yang tersebar di enam kecamatan. Menurut peeta sebaran terdapat tiga warna titik, yakni merah, kuning dan hijau dengan tingkat kepercayaan sesuai kondisi terjadinya titik panas.
"Total 104 hotspot itu dari yang tingkat kepercayaannya rendah di bawah 30 persen (hijau) berjumlah 8 titik, dan tingkat kepercayaan sedang antara 30 hingga 80 persen (kuning) berjumlah sebanyak 86 titik. Sedangkan tingkat kepercayaan di atas 80 persen hanya 10 titik," tambah Kasi Pencegahan BPBD Kepulauan Meranti, Muktaram.

Comment