Dinilai Berbahaya, Hindari Penggunaan Tali Masker

Penyalainews, Pekanbaru - Penggunaan tali masker (strap mask) tengah popluer di masyarakat. Tidak hanya mempermudah penggunaan tali masker saat beraktivitas, tali masker juga dianggap sebagai bagian dari fesyen.

Dengan adanya ali masker pengguna hanya cukup menggantungkan maskernya di leher ketika harus membuka masker.

Memang tampak modis, tapi ternyata penggunaan tali masker tidak sepenuhnya bermanfaat. Bukannya mempermudah, masker yang digantungkan di tali justru berisiko menularkan virus.

"Justru berbahaya, karena lapisan luar yang berhubungan dengan udara luar jadi bisa terkena kulit atau terpegang oleh tangan. Terus, nanti tangan menyentuh mata hidung," ujar dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (26/2).

Alhasil, alur yang sedemikian rupa itu membuat penggunaan tali masker justru memicu risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting juga membenarkan bahaya dari penggunaan tali masker tersebut.

"Sebenarnya, bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain, kecuali dengan bagian tubuh," kata dia.

Risiko penularan virus terjadi karena ketika digantung masker akan mengenai pakaian yang bisa terkontaminasi virus. Padahal, menurut aturan yang benar, masket tidak boleh bersentuhan dengan benda apa pun, kecuali bagian tubuh.

Masker, lanjut Alexander, tak seharusnya terlalu sering dilepas-pasang. Pasalnya, sangat mungkin ada virus yang menempel di permukaannya. Saat disentuh, tangan yang terkena bagian terkontaminasi akan menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh wajah.

"Naik turunnya masker itu yang kita khawatirkan, terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker," kata Alexander.

 

Sumber: CNN Indonesia

 

Comment