Penyalainews - Setelah dua kasus yang ditemukan pada 2 Maret silam, kasus mutasi virus corona B.1.1.7 di Indonesia kian bertambah.
Dua kasus awal mutasi corona B.1.1.7 ini terdeteksi di Kawarang, Jawa Barat dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari luar negeri.
Disebutkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati, kasus mutasi virus corona B.1.1.7 mengalami penambahan dan tersebar di empat provinsi.
"Sumut, Sumsel, Kaltim, Kalsel," katanya, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/3).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan penambahan kasus itu diperoleh berdasarkan pemeriksaan Badan Litbang dan 16 laboratorium lainnya.
"Penemuan dari B.1.1.7 ini adalah merupakan pemeriksaan genome sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang kesehatan bersama 16 laboratorium lainnya," ujarnya melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Senin (8/3).
Meski virus ini cepat menulair, kata dia, WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa tingkat keganasan mutasi virus ini lebih tinggi.
"Kita tahu bahwa dari penelitian dari negara lain varian B.1.1.7 ini disebutkan lebih cepat menular, namun tidak lebih mematikan," jelasnya.

Comment