Warganet Indonesia Disebut Tidak Sopan Se-Asia Tenggara. Ini Sebabnya

Penyalainews - Microsoft menjadi topik yang trending di Twitter pada JUmat (26/2) usai perusahaan raksana tersebut merilis laporan terbaru tentang Digital Civility Index (DCI).

Microsoft mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Warganet Indonesia, dalam riset itu berada di urutan terbawah se-ASIA Tenggara atau bisa disebut paling tidak sopan di wilayah ini.

Studi ini dilakukan dengan metode survei yang melibatkan 16.000 responden di 32 wilayah, yang mencakup responden remaja sampai orang dewasa. Survei tersebut terkait dengan interaksi online mereka dan pengalaman menghadapi risiko online yang dilaksanakan sejak April hingga Mei 2020.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (27/2), riset ini mencakup 9 wilayah Asia-Pasifik (APAC), yakni Australisa, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Terkait topik kesopanan digital, Regional Digital Safety Lead, Asia-Pasifik, Microsoft, Liz Thomas menyampaikan, kesopanan digital dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong interaksi online yang positif.

Hal ini juga didukung situasi pandemi yang memungkinkan masyarakat lebih sering mengakses inetrnet. "Melalui peringatan Safer Internet Day ini, kami diingatkan bahwa pemerintah, organisasi, dan individu memiliki peran dalam membantu menjadikan internet tempat yang lebih baik untuk bekerja dan bermain," ujar Thomas.

DCI mematok skor untuk mengetahui kadar kesopanan warganet dari segi usia dan wilayahnya. Semakin tinggi skor DCI, semakin buruku pula tingkat kesopanannya.

Untuk remaja berusia 13-16 tahun, skor DCI secara global sebanyak 63, sedangkan skor orang dewasa 72.

Berikut rincian skor untuk masing-masing negara di Asia Pasifik terkait kesopanan warganet:

Singapura, dengan skor DCI sebesar 59 poin
Malaysia, dengan skor DCI sebesar 63 poin
Filipina, dengan skor DCI sebesar 66 poin
Thailand, dengan skor DCI sebesar 69 poin
Vietnam, dengan skor DCI sebesar 72 poin,
Indonesia, dengan skor DCI sebesar 76 poin.

Perlu diketahui, Microsoft tidak memaparkan laporan DCI untuk negara Asia Tenggara lainnya. Namun, mereka mengungkapkan bahwa warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara.

Ada tiga faktor yang berpengaruh pada risiko kesopanan di Indonesia. Pertama, hoaks dan penipuan dengan skor tertinggi yakni 47 persen.

Kedua, ujaran kebencian yang berada pada 27 persen. Dan ketga, faktor diskriminasi sebesar 13 persen.

Di sisi lain, sebanyak 4 dari 10 responden mengaku bahwa tingkat kesopanan warganet Indonesia semakin membaik. Menurut mereka, hal itu didorong oleh rasa kebersamaan yang lebih besar dan saling tolong-menolong di media sosial.

Selain itu, nilai empati di Indonesia mengalami kenaikan 11 poin menjadi 59 persen. Kemudian, berita di media menjadi kontributor kedua dengan persentase 54 persen.

 

Comment