Penyalainews - Konfercab V PDIP Lampung Tengah (Lamteng) menyisakan persoalan internal partai. Para pengurus PAC partai tersebut menolak ujuk-ujuk masuk dua pengurus yang baru jadi anggota partai.
Para pengurus lama merasa sudah "berkeringat" memenangkan partainya harus "tersingkir" oleh dua pengurus yang mereka anggap belum memiliki pengalaman dalam kepengurusan partai berlogo moncong putih.
Bahkan, menurut mereka, kepengurusan sebelumnya berhasil menambah kursi legislatif di DPRD Lampung Tengah. Namun, ujuk-ujuk, dua kader yang baru masuk tahun ini duduk di bendahara dan sekretaris.
"Darimana nama Agus Hamid dan Wayan Eka ini muncul? PAC dalam muscab tidak mengusulkan mereka jadi pengurus PAC PDI Lampung Tengah," ujar salah seorang ketua PAC yang enggan disebut identitasnya.
Dari penelusuran, Agus Hamid diduga ada hubungan kekerabatan dengan Ketua DPC Loekman Djoyosumitro. Agus Hamid sendiri merupakan pensiunan camat dan baru di dunia politik, ketika nyaleg Pileg 2019.
Sedangkan Wayan Eka merupakan anak dari bupati Tulangbawang Winarti. Dia merupakan kader yang baru saja bergabung di PDIP Lampung Tengah, saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Lampung Tengah Dapil V.
Tidak hanya soal itu, PAC pun mempertanyakan soal struktur kepengurusan partai, sebab banyak sekali kader-kader senior yang dicoret namanya dari kepengurusan. Mereka khawatir Pilkada 2020.
Menjawab pertanyaan dan protes para pengurus PAC, Ketua DPC PDIP Loekman Djoyo Sumitro beralasan struktur KSB merupakan keputusan DPP PDIP. Dia menolak anggapan jika susunan tersebut dari dirinya.
Dia berjanji akan membahas persoalan yang masih mengganjal bagi para pengurus PAC yang lama lainnya. Jika memang tak setuju, Loekman akan mengevaluasinya lagi.
Dia mengaku khawatir jika ketidaknyaman sebagian pengurus PAC berimbas pada Pilkada 2020. Loekman berencana akan mencalonkan diri sebagai bupati Lampung Tengah. ***red/frd

Comment