Unik, Desa Ini Dihuni Puluhan Orang Kembar

Penyalainews - Ada yang unik di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Puluhan orang kembar menghuni desa itu.

Kepala Desa Jonggrangan Sunarna menjelaskan bahwa sudah sejak lama orang kembar identik maupun dampit ada di desa tersebut. Namun, publik baru dikenal sekitar tahun 2000.

"Itu keturunan, alami. Sudah ada dari dulu. Mulai booming-nya itu tahun 2000," kata dia, mengutip KOMPAS.com, Kamis (25/2).

Setidaknya saat ini, terdapat 20 pasang orang kembar identik di Desa Jonggrangan. Paling tua berusia 50 tahun, sedangkan paling muda usianya tiga tahun.

Akan tetapi, diakui Sunarna bahwa ia tidak tahu secara persis awal muda keberadaan orang kembar di Desa Jonggrangan.

"Tidak ada cerita dari simbah-simbah dulu. Kayaknya alamiah. Tidak ada cerita," ungkap Sunarna.

Desa Jonggrangan terdiri dari 10 dukuh dan tujuh rukun warga (RW) dengan 22 rukun tetangga (RT). Sementara, penduduk kembar berada di lima dukuh.

Tapi, jumlah orang kembar terbanyak ada di RW 001 Dukuh Jonggrangan. Mereka hidup normal dan tumbuh dewasa.

"Adik saya juga kembar. Namanya Ari Wibowo dan Ari Nugroho. Yang membedakan adik saya satunya punya siwil. Sampai sekarang tidak dioperasi sebagai ciri khas untuk membedakan," ungkap dia

Kendati sudah berkeluarga, menurut Sunarna, belum ada orang kembar di Desa Jonggrangan yang memiliki keturunan kembar.

"Sementara ini belum ada yang punya anak kembar," kata dia. Sunarna mengaku tidak ada kesulitan dalam pencatatan dokumen kependudukan meski banyak warganya yang kembar, meski terkadang salah sebut nama karena kemiripan wajahnya. "Tidak ada kesulitan. Pasti ada perbedaan. Salah sebut nama wajar karena mirip wajahnya," tutur dia.

Kris Joko Raharjo, salah satu orang kembar di Desa Jonggrangan mengaku memiliki kembaran bernama Kris Joko Santoso. Sekilas tidak ada yang berbeda antara keduanya, hanya nama belakangnya yang membedakan.

Karenanya, sang adik, Kris Joko Raharjo menyemir rambutnya menjadi kuning emas untuk memberi perbedaan secara fisik.

"Biar berbeda saya semir rambut saya," kata dia.

Kris Joko Raharjo yang bekerja di sebuah toko pembuatan roti mengaku banyak cerita menjadi orang kembar

Dia bercerita, suatu ketika dirinya pernah membeli bahan roti dan bertemu dengan sopir kendaraan yang membeli BBM di SPBU. Sementara, sang adik diketahui bekerja di sebuah SPBU.

"Kebanyak sopir-sopir yang isi bensin terus lihat saya beli bahan roti ketemu ditanya masuk apa. Dari pada jelasin panjang lebar saya jawab masuk siang gitu," kata pria kembar kelahiran 25 Desember 1980.

Saat ini, Kris Joko Raharjo sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Sedangkan kembarannya yang juga sudah menikah memiliki tiga orang anak.

Mereka tinggal satu desa hanya berbeda RT. Kris Joko Raharjo tinggal di RT 002, RW 001 Desa Jonggrangan dan kembarannya RT 003, RW 001 Desa Jonggrangan. "Untuk hobi kita sama suka sepak bola," tutur dia.

Sebagai orang kembar, Kris Joko Santoso mengaku merasa banyak kelebihan. Dikatakannya, dirinya sering berbagi masalah pekerjaan maupun yang lainnya.

Bahkan, ketika salah satu di antara mereka sakit, kembarannya juga ikut merasakan sakit.

"Karena ikatan batin," pungkasnya.

 

Sumber: KOMPAS.com

 

Comment