Penyalainews, BATAM — Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor kriya di Kota Batam terus menunjukkan eksistensinya dalam mengangkat budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah. Salah satunya melalui kehadiran Rumah Tenun dan Batik Arios dalam ajang Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 yang digelar di One Batam Mall, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura tersebut menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekosistem ekonomi syariah dan UMKM lokal selama bulan Ramadan.
Rumah Tenun Arios merupakan UMKM kriya milik Ati Sulastri yang berfokus pada produksi batik khas Kepulauan Riau dan tenun nusantara. Berlokasi di Plamo Garden Blok F3 No.10, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, galeri ini dikenal sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya di Batam.
Produk unggulan yang ditampilkan meliputi batik bermotif khas daerah seperti Gonggong dan Jembatan Barelang, kain tenun Kepri, hingga produk turunan fesyen seperti tunik, outerwear, vest, aksesoris handmade, dan tas etnik modern.
Ati Sulastri mengatakan keikutsertaan dalam KURMA menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan wastra lokal kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperluas pasar produk UMKM.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan konsumen serta memperkenalkan motif khas daerah agar semakin dikenal,” ujarnya.
Dalam koleksinya, Rumah Tenun Arios menghadirkan berbagai desain busana modern berbasis kain tradisional. Model outer batik gonggong menjadi salah satu produk favorit karena mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan. Selain itu, tersedia vest dan kimono berbahan tenun nusantara yang memberikan sentuhan etnik kontemporer.
Produk lainnya meliputi tunik kombinasi batik dengan bahan organza atau satin, blouse kerah Shanghai untuk tampilan formal, hingga maxi dress tenun dan dress A-line bermotif vertikal yang dirancang nyaman untuk berbagai bentuk tubuh. Selain koleksi siap pakai, galeri ini juga menerima pesanan khusus sesuai ukuran pelanggan.
Secara kelembagaan, Rumah Tenun Arios merupakan UMKM binaan yang tergabung dalam program Karya Kreatif Indonesia di bawah pembinaan Bank Indonesia serta kerap berkolaborasi dengan Dekranasda. Usaha ini juga tercatat sebagai nasabah aktif BRK Syariah dengan pemanfaatan layanan pembayaran digital QRIS untuk mendukung transaksi non-tunai.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, turut mengunjungi sejumlah tenant UMKM yang berpartisipasi dalam KURMA 2026, termasuk tenant batik milik nasabah BRK Syariah, yakni brand Arios.
Dalam kunjungannya, ia melihat langsung proses pengembangan produk serta berdialog dengan pelaku usaha mengenai perjalanan bisnis dan tantangan pemasaran UMKM berbasis budaya lokal.
Fajar Restu Febriansyah menyampaikan bahwa partisipasi UMKM binaan dalam ajang seperti KURMA menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perbankan syariah dan pelaku usaha mampu mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.
“BRK Syariah tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan UMKM. Kami ingin melihat nasabah berkembang, memiliki daya saing, serta mampu memperluas pasar melalui inovasi produk dan pemanfaatan ekosistem ekonomi syariah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Rumah Tenun Arios menjadi contoh bagaimana pembiayaan syariah dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.
“Kami bangga melihat nasabah BRK Syariah mampu berkembang dan tampil di event strategis seperti KURMA. Ini menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa KURMA tidak hanya menjadi agenda seremonial Ramadan, tetapi wadah kolaborasi untuk menggerakkan sektor riil, khususnya UMKM.
Menurutnya, penguatan ekonomi syariah perlu berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata halal dan pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.
“Melalui Kepulauan Riau Ramadan Fair, kita ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada 2025 mencapai 7,89 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,14 persen. Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui event yang mendorong perputaran ekonomi UMKM.
KURMA 2026 sendiri merupakan penyelenggaraan ketiga hasil sinergi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kepri, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Beragam kegiatan dihadirkan dalam agenda ini, mulai dari festival kuliner UMKM, edukasi literasi keuangan syariah, layanan publik, lomba Ramadan, hingga Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Melalui partisipasi UMKM seperti Rumah Tenun Arios, KURMA diharapkan tidak hanya menjadi perayaan Ramadan, tetapi juga momentum penguatan ekonomi berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.***red/rfm

Comment