Penipuan Vaksinasi Terbongkar, Waspadai Modusnya

Penyalainews - Imbauan terkait modus baru penipuan terkait vaksinasi Covid-19 kembali dikeluarkan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri.

"Waspada modus penipuan vaksin Covid-19 melalui SMS atau telepon," kata Bareskrim Siber Polri, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (22/3).

Modusnya, bahkan hingga berpura-pura menjadi tenaga kesehatan (nakes) yang berujung permintaan uang melalui transfer.

Awalnya, pelaku akan berpura-pura menjadi nakes yang mengaku bisa mempercepat antrean vaksinasi. Akhirnya, korban akan dimintai membayar sejumlah uang melalui transfer.

Selain itu, Bareskrim juga menggarisbawahi penjualan vaksin di darknet atau pasar internet gelap yang perlu diwaspadai.

"Kejelasan dari vaksin yang dijual belum diketahui efektivitasnya. Dikhawatirkan transaksi yang terjadi hanya modus untuk membuka jalan bagi aksi scammer," imbau Siber Polri.

Kaspersky juga mengimbau warga agar jangan pernah membeli produk, termasuk vaksin di darknet. Berikut arahan Kaspersky terkait hal ini:

Jika melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan COVID, perhatikan baik-baik URL situs yang Anda kunjungi.

Jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, firasat Anda akan memberi tahu bahwa itu adalah phishing. Jangan pernah memasukkan informasi pribadi di situs semacam itu.

Perhatikan tata bahasa dan tata letak di situs yang Anda kunjungi dan email yang Anda terima. Jika terlihat mencurigakan, jangan pernah untuk melanjutkan akses lebih jauh.

 

 

Comment