Menristek Prediksi Angka Kemiskinan Terus Naik Hingga September 2020

Penyalainews - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro memprediksi angka kemiskinan akan terus naik hingga September 2020. Pada Maret 2020 angka kemiskinan telah meningkat menjadi 26,42 persen akibat dampak pandemi covid-19.

"Seperti yang disampaikan oleh data BPS ternyata penduduk miskin memang mengalami kenaikan, dampak terakhir itu basisnya bulan Maret 26,42 persen, kenaikan kemiskinannya masih relatif sedikit itu masih di awal pandemi, tapi tentunya kita harus waspada data penduduk miskin di keluarkan lagi September," kata Bambang dalam webinar Kebijakan Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan Strategi Pemulihan Pasca-Pandemi, Rabu (26/8).

Menurutnya, data terkait perkembangan penduduk miskin biasanya disampaikan pada Maret dan September setiap tahunnya. Oleh karena itu, dia memproyeksikan angka kemiskinan di Indonesia akan mengalami kenaikan.

Hal itu dilihat dari ketimpangan gini rasio Maret 2020 sebesar 0,381 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi gini ratio September 2019 sebesar 0,380 persen.

"Bulan September nanti kita bisa melihat dampak yang paling nyata dari terjadinya pandemi ini terhadap ekonomi kita. Angka kemiskinan sudah pasti naik dan yang kita khawatir kan kenaikannya mungkin cukup besar dibandingkan kenaikan yang terjadi di bulan Maret tersebut," ujarnya.

Bila dibandingkan dengan gini ratio pada krisis tahun 1998 dan 2008, meskipun perekonomian Indonesia terkoreksi sebagai akibat dari kondisi regional dan global, ketika kemiskinan naik biasanya ketimpangannya justru membaik.

"Karena waktu itu memang semua orang income-nya turun, sehingga masalah ketimpangan antar kelompok pendapatan ini menurun, yaitu data yang sebelumnya pernah terjadi," jelasnya.

Dengan demikian, Bambang menegaskan perlunya melihat kembali apa yang akan terjadi dengan ketimpangan gini ratio meskipun dari data terakhir bulan Maret ada sedikit perubahan atau kenaikan. "Tentunya kita perlu menanti bulan September sebagai indikator yang paling nyata dampak kemiskinan ketimpangan akibat pandemi covid-19," pungkasnya.***red/frd

Sumber : Liputan6.com

Comment