Mau Roboh, Kondisi Bangunan SMPN 5 Kuala Kampar Memprihatinkan

Penyalainews, Pelalawan - Kondisi salah satu sekolah di desa Teluk Bakau kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan memicu keprihatinan berbagai pihak. 

Pasalnya, bangunan SMPN 5 di desa itu mengalami banyak kerusakan di berbagai sisi. Sehingga tak layak lagi digunakan.

Ketua Pimpinan Daerah GNPK-RI Kabupaten Pelalawan, Abdul Murat mengungkapkan bahwa kondisi bangunan SMPN 5 itu sudah akan roboh.

"Memprihatinkan sekali gus mengenaskan dan tepatnya mau roboh, itu kata yang layak disematkan terhadap kondisi lapangan SMPN 5 Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar," ungkap putra asli Kuala Kampar  itu, Senin (3/5).

1620049158-Penyalai News-Screenshot 20210503 192525

Sebelumnya, SMP itu merupakan sekolah satu atap. Pada 2016, kemudian statusnya berubah menjadi sekolah negeri. 

Sayangnya, kata Murat, sekolah tersebut belum pernah mendapat bangunan baru maupun renovasi. 

1620049144-Penyalai News-Screenshot 20210503 192540

"Namun sejak 2016 itu, sekolah tersebut belum pernah mendapat bangunan padahal kondisi sekolah ini sudah mau roboh," jelasnya.

Seakan luput dari perhatian, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang baru segera membuat anggaran untuk gedung baru maupun renovasi sekolah dengan 80 orang siswa tersebut. 

"Kondisi sekolah ini sudah kita sampaikan sama Bupati baru H. Sukri Misran dan beliau menjawab siap menindaklanjuti secepatnya dan juga sudah disampaikan ke Bappeda Kabupaten Pelalawan untuk segera dicarikan jalan keluarnya," kata Murat.

Murat berharap pemerintah segera menemukan solusi untuk masalah bangunan SMPN 5 yang kondisi sudah sangat memprihatinkan. 

"Segera dicarikan jalan keluarnya sebelum siswa tertimpa bangunan yang sudah lapuk tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 5, Khairul turut membenarkan kondisi bangunan sekolah yang sudah rusak. Ia mengaku sudah pernah mengusulkan perbaikan untuk bangunan sekolah ke Dinas Pendidikan. 

"Tahun 2019 yang lalu sudah pernah mengusulkan ke Dinas Pendidikan, namun sampai saat ini belum ada titik terangnya," ungkap Khairul.***red/rfm

Rezky FM



Comment