Kelompok 'Rambut Merah' Sebut Salat Tak Wajib, Sesat?

Penyalainews - Publik tengah menyoroti kelompok 'rambut' merah yang diduga menyimpang dari ajaran agama Islam. Pasalnya, mereka menyebut bahwa salat dan puasa tidaklah wajib.

Seorang warga Kampung Ciroyom yang enggan disebutkan namanya, mengatakan masyarakat setempat mulai mencurigai aktivitas menyimpang kelompok 'rambut merah' sejak Ramadan lalu.

"Kalau sesat atau enggaknya, tidak tahu pasti. Tapi saat Ramadhan beda saja, orang lain puasa, mereka makan dan merokok," ujarnya.

"Kalau diajak atau disuruh salat ashar, bilangnya cukup niat saja. Ditambah lagi kalau hari Jumat, mereka tidak mau diajak salat Jumat," lanjutnya.

Berjumlah 17 orang yang terdiri dari pimpinan dan anggota, kelompok tersebut merupakan warga Kampung Ciroyom, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Menurut Kepala Desa Bojong, Uyeng Handoko, teryata pengikut dan anggota kelompok itu adalah sekeluarga.

"Jadi kalau berdasarkan data itu terdiri dari enam keluarga besar. Total anggota keluarga yang ikut dalam kelompok itu ada 17 orang. Waktu yang hadir saat musyawarah itu memang sudah jauh terjerumus, ada sembilan orang. Tujuh di antaranya lelaki dan dua perempuan," ungkap Uyeng, mengutip detikcom, Senin (24/5).

Terkait rambut yang dicat merah dari kelompok tersebut, menurut Uyeng tidak memiliki filosofi khusus. Melainkan hanya sebagai pembeda.

"Tidak ada filosofi atau yang lainnya. Jadi, katanya, sekadar membedakan anggota kelompok dan yang bukan," tutur Uyeng.

 

Comment