Jurnalisme Warga dan Peran Pers Nasional Sebagai Penyaring Berita Hoax

PenyalaiNews.com - Pers Indonesia baru saja merayakan Hari Pers Nasional ke 23 Tahun 2023 yang berlangsung Kamis (9/2/2023) di Medan, Sumatra Utara yang mengangkat tema "Pers Bebas Demokrasi Bermartabat".  

Mengutip halaman Wikipedia, Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia, didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985. 

Namun sejatinya Pers di Indonesia bermula jauh sebelum Hari Pers Nasional ditetapkan. Mengutip riset yang dilakukan Kantor Berita Antara (9/2/2019), media massa pertama di Hindia Belanda terbit pada 1774 bernama Bataviasche Nouvelles.

Penerbitan ini diprakasai langsung oleh Gubernur Jenderal Van Ishoff yang memimpin Hindia Belanda. Setelah itu, koran berbahasa Belanda terbit selama 1980-1860.

Diikuti 33 koran berbahasa Melayu yang terbit hingga 1907. Koran nasional bernama Medan Prijaji buatan anak bangsa akhirnya terbit 1907. RM Tirtoadisuryo memimpin redaksi harian ini yang dikerjakan sepenuhnya oleh orang pribumi. 

Pers Indonesia tumbuh dan berkembang mengikuti perubahan zaman seiring dengan perkembangan teknologi.

Bermula dari pemberitaan di media cetak dan radio, pers Indonesia kemudian berkembang ke dunia pertelevisian, yang kemudian diikuti dengan media online seiring dengan perkembangan internet. 

Sejalan dengan bergulirnya globalisasi komunikasi dan informasi, media tumbuh dan berkembang semakin pesat. Kehadiran internet atau media online sebagai sarana baru media massa semakin menambah maraknya arus informasi.

Perkembangan internet juga berdampak secara signifikan terhadap berkembangnya praktik jurnalisme yang sering disebut dengan citizen journalism atau Jurnalisme Warga. 

Sumber : TimesIndonesia.co.id

Editor : Mustika Putri JM

Comment