Jaringan Internet Ilang Timbul, Ditambah Listrik Belum 24 Jam Membuat Masyarakat Kuala Kampar Semakin Menderita

Penyalainews, Pelalawan- Berharap perhatian istemewa, tapi ternyata Kecamatan Kuala Kampar tak banyak berubah sejak puluhan tahun lalu. Baik ketika bersama Kabupaten Kampar, begitu juga menjadi bagian Kabupaten Pelalawan, terutama, soal penerangan listrik dan jaringan internet.

Hal ini terungkap, Selasa (16/5/2023) melalui Surat Terbuka dari salah seorang Putra Kelahiran Kecamatan Abdul Murat, S. Ip ketika dilansir dari Pekanbarupos.co.


“Surat Terbuka, 
Kalau di Kabupaten Pelalawan ini masih ada Pemerintah dan Wakil Rakyat, tindak lanjuti persoalan persoalan PLN dan jaringan internet di Kuala Kampar,”kata Abdul Murat pada pembuka Surat Terbuka elektroniknya untuk Pemkab dan DPRD Pelalawan, kemarin.

Abdul Murat pun mengumbar kecewanya terhadap pemangku kebijakan di daerah yang bertmottokan Tuah Negeri Seiya Sekata ini.


“Kami rasanya sudah muak dan penat menyampaikan kepada Pmerintah Daerah dan DPRD Pelalawan khususnya Dapil 2 tak ada tindakan realnya terkesan dibiarkan saja atas apa yang dialami masyarakat Kuala Kampar, semacam tak ada Pemerintahan dan wakil rakyat di Kabupaten Pelalawan ini,”bebernya.

Masih tulis Abdul Murat, sudah berpuluh-puluh tahun persoalan PLN di Penyalai (Kelurahan Teluk Dalam ibukota Kecamatan Kuala Kampar, red) ini tak terselesaikan.
Di tempat lain di Kabupten Pelalawan, sambung alumnus salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini, listrik sudah 24 jam, tapi di Penyalai 12 jam itupun tak maksimal.

“Kita lapor sama Bupati belum ada tindakan yang jelas, kapan realisasinya mengambang semua,”ungkapnya kecewa berat.

Begitu sambung Abdul Murat, S. Ip, jaringan internet bergantung pada PLN, namun PLN sekarat, tak ada kejelasan kapan bisa 24 jam listrik di Kuala Kampar.

”Pihak Kecamatan pun tak ada respon atau iniasiatif untuk memintak kejelasan dari Bupati, panggil kek, adakan rapat dengan Bupati dengan PLN dengan Telkomsel tanyakan apa kejelasanya terkait 2 persoalan ini,”katanya berkeluh kesah sembari memberi usul.

” Jadi gini aja solusinya, anggarkan pembelian mesin dari APBD agar bisa 24 jam, tak usahlah dianggarkan yang lain untuk Kuala Kampar untuk 1 tahun anggaran tidak apalah, tapi belikan mesin baru dari APBD, gitu ajalah kalau susah betul,” katanya memberi usul anggaran 1 periode APBD Pelalawan untuk Kecamatan Kampar khusus membeli mesin listrik.

” Saya rasa masyarakat tak masalah,”pungkas Putra daerah Penyalai ini.

Dalam catatan media ini, keluh kesah masyarakat Kuala Kampar yang membutuhkan listrik menyala 24 Jam sudah menahun. Begitu pula harapan jaringan internet yang normal. Terkadang, mereka harus mencari lokasi tertentu untuk lancar berkomunikasi.

Akan hal itu pula. Sudah ada beberapa gebrakan yang dilakukan Bupati Pelalawan H Zukri Misran untuk mengatasi masalah listrik di Kuala Kampar bersama pihak PLN. Bahkan, Bupati pernah janjikan akan mengupayakan kabel bawah laut untuk masalah listrik ini.

Di Kecamatan Kampar ini, memang ada desa yang sudah menyala 24 Jam. Ironisnya, di ibukota Kecamatan sendiri masih kelap kelip. Sore hari menyala, pagi hari mati.

Begitu juga jaringan internet. Pemda juga sudah berusaha menahan tower telekomunikasi, hanya saja karena keterbatasan listrik, jaringan internet pun ngadat.***red/rfm

Comment