Penyalainews, Pelalawan - Ini rangkaian percakapan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pelalawan (N) bersama Sekretaris Tagana Muhammad Daud.
Daud: "Hallo...
Kabid:" ha..
Daudd:" Hallo...bang, kami nak makai mobil bang perintah Bupati, beliau suroh turon kelokasi buayo tu bang, mintak ijin bang"
Kabid:" ini siape ni...(tak kenal same Sekjen Tagana M.Daud)
Daud:" Daud
Kabid:"mobil tanyelah Kadis tu, Bupati kan di Surabaya ntah dimane tu same wakil, mane ade Bupati merintah"
Daud:" die WA ketua tadi bang"
Kabid:" haa tanyelah pak Kadis kalau nak makai Mobil"
Daud:"Kadis tak diangkat, tak bisa mintak bantu abang de, "
Kabid:"tak, yelah lagi nyetir haa..,"
Begitulah kira kira sepintas terdengat rekaman percakapan Sekretaris Tagana Muhammad Daud saat menelpon Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan N atas permintaan ijin meminjam mobil operasional dinas sosial guna turun kelokasi musibah warga diterkam buaya di desa Terbangiang kecamatan Bandar Petalangan pada hari Jum'at 17 juni 2022 lalu .
Menyimak percakapan telpon diatas Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia(GNPK-RI) Pimpinan Daerah Kabupaten Pelalawan, Abdul Murat.S.IP geleng-geleng kepala sambil berkomentar serius, beliau mengatakan seharusnya Kadis dan Kabid tersebut tidak diletakkan di Dinsos tapi lebih tepat dinonjobkan atau 'sekalian untuk umpan buaya', karna sama sekali tidak mencerminkan sikap sosialnya.
"Menurut saya tak harus Ketua Tagana yang menghubungi Kabid, sebab ini musibah jangankan mobil dinas yang memang dibeli dengan uang rakyat, mobil pribadi pun kalau perlu dikasi begitu seharusnya, siapapun boleh minjam mobil itu apalagi untuk menangani musibah," tuturnya, Minggu (19/06/2022)
Murat melanjutkan, sayang saja tak ada unsur pidananya kalau ada kita suruh aparat kepolisian menangkap pejabat yang memalukan negeri Pelalawan itu.
Ini juga sekaligus indikator buruk pelayanan Publik dari Dinas Sosial Pelalawan kepada masyarakat. Terkait kejadian ini Bupati harus memberi teguran keras kepada Kadis dan Kabid Dinas Sosial ini, bila perlu langsung copot aja jabatannya dan kedua Pejabat Dinas Sosial ini harus mintak maaf bukan kepada Tagana tapi kepada masyarakat.
"Mereka harus minta maad atas sikap buruk yang tidak mencerminkan pelayan Publik yang tidak baik kepada masyarakat, ini contoh yang buruk jangan ditiru walau oleh anak kecil sekali pun, sangat tak bermutu,"ungkap Murat dengan nada kesal.
Dan kepada Bupati Pelalawan Zukri Misran sudah seharusnya Tagana diiberi mobil operasional yang siap ketika untuk digunakan.
"Kepada Bupati kami meminta Tagana itu diberi mobil dinasnya, karena kendaraan operasional seperti mobil itu sangat diperlukan oleh Tagana dalam membantu masyarakat saat ada bencana. Terakhir GNPK juga menegaskan kepada Dinsos agar bisa bekerja sama dengan semua pihak terutama Tagana, harus besinerga agar program sosial kemasyarakat di Pelalawan ini mulus berjalan," tutup Murat.***red/rls

Comment