Penyalainews, Pelalawan - Beberapa bulan terakhir harga kelapa di Kuala Kampar mengalami penurunan, anjloknya nilai Komoditas Pertanian di daerah pesisir ini disebabkan turunnya permintaan pasar dunia.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Dianto Mampan, menjelaskan Kuala Kampar merupakan Pemasok Kelapa untuk Daerah Kabupaten Inhil, salah satunya PT. Pulau Sambu, Ia menjelaskan faktor penurunan harga jual kelapa adalah turunnya harga kelapa di Pasar Dunia.
"Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Pengusaha Kelapa Indonesia, dipantau di Eropa yakni tempat transaksi kelapa terbesar, di sana juga terjadi penurunan. Akibat dari pada itulah, permintaan berkurang dan stok di pabrik masih banyak tersedia. Maka kelapa yang ada pada masyarakat juga mengalami penurunan bahkan terjadi tunda beli," paparnya.
Meski demikian kami Pemkab Inhil akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk berupaya mengembalikan standar harga yang diinginkan masyarakat.
"Sejauh ini memang kita belum mempunyai aturan yang mewadahi untuk menentukan standar harga kelapa. Tapi baru-baru ini, kita telah menerbitkan dua Perda, yang pertama Tataniaga Kelapa dan kedua Perda Sistem Resi Gudang," sebutnya.
Selain itu, yang masih ditunggu pemerintah adalah Perda tentang BUMD. Jika ini selesai, maka BUMD inilah yang akan mengatur Sistem Resi Gudang tersebut, sedangkan untuk daerah diluar Inhil akan kita libatkan, seperti Kuala Kampar Kabupaten Pelalawam, Selat Panjang, dan daerah penghasil kelapa lainnye
"Dengan demikian kita berharap, kontrol terhadap harga bisa kita pantau, artinya standar harga kelapa itu seperti apa dan tidak merugikan satu pihak," pungkasnya.***red/rfm
Wahyu Maulana

Comment