Penyalainews, Pekanbaru - Director PT HUtama Karya Infrastruktur Ruas Tol Padang -Sicincin Marthen Robert Singal menyatakan pemberhentian sementara proyek pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru. Proyek tersebut dihentikan sementara karena terkendala pembebasan lahan.
“Jakarta sudah sampai pada keputusan menghentikan proyek Tol Padang disebabkan karena tidak jelasnya kapan pembebasan lahan diselesaikan," kata Marthen, dikutip dari Tempo.co, Sabtu (6/3).
Terkait kabar ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantah informasi tersebut. Sebaliknya, Kementerian justru memastikan bahwa proyek pembangunan jalan bebas hambatan itu tidak dibatalkan.
Sementara itu, Pejabat Pembuatan Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Seksi I, Siska Martha Sari mengatakan proyek tetap berlangsung dan pembayaran uang ganti rugi serta pengadaan tanah di jalan tol Padang-Pekanbaru sudah dilakukan untuk beberapa ruas.
“Bahkan masyarakat sudah sepakat untuk penggantian lahan yang terkena pembangunan jalan tol, yang dulu sempat terkendala dalam hal penggantian lahan,” katanya.
PT Hutama Karya (Persero) melaksanakan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru sesuai perjanjian pengusaha jalan tol yang ditandatangani pada 11 Oktober 2017. Pada 8 Februari 2018, Presiden Joko Widodo sudah melakukan peletakan batu pertama di calon lokasi jalan bebas hambatan itu.
Pengerjaan proyek dengan investasi senilai Rp 78 triliun itu dibagi dalam enam seksi. Seksi I meliputi Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin - Bukittinggi, Seksi III Bukittinggi - Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh - Pangkalan, Seksi V Pangkalan - Bangkinang, dan Seksi VI Bangkinang - Pekanbaru.
Sebelumnya, Hutama Karya juga menyampaikan pengerjaan pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Seksi I Padang - Sicincin mundur dari target. Padahal awalnya, seksi ini ditargetkan rampung pada Desember 2021, namun diundur menjadi akhir 2022.
Diakui Hutama, kendala utama saat ini adalah makin panjangnya lahan yang harus dibebaskan dan adanya perkiraan biaya tambahan sebesar Rp 1 triliun. Setidaknya dari total lahan yang diperlukan untuk seksi I sepanjang 36,2 kilometer, baru 5 kilometer jalan yang berhasil dibebaskan.
Jika rampung dikerjakan, sedianya Jalan Tol Padang - Pekanbaru akan memiliki ruas sepanjang 250 kilometer. Jalan tersebut digadang-gadang bisa memotong waktu tempuh dari 8-10 jam menjadi 4-6 jam.

Comment