Penyalainews, Jakarta - FORMAD JABODETABEK kembali menyelenggarakan acara Temmo Kerrong dengan tema "Rampak Naong Baringin Korong" yang dikemas dengan Tolkshow kemaduraan dan kebudayaan, pementasan musikalisasi puisi, pancak silat Madura, dan pembacaan puisi kemaduraan. juga, memberikan pengarahan kepada mahasiswa baru asal Madura di Coffe Jajan Bareng Warung Sunda lokasi tidak jauh dari sekretariat FORMAD Jabodetabek, jl. Asrama Putra Komplek UIN Jakarta. Hadir sebagai pembicara diacara tersebut Bapak Jufri Halim Dosen UIN Jakarta sebagai senior Formad dan Sastrawan Madura Bapak Mahwi Air Tawar. Sabtu, (22/9)
Dalam sambutan, ketua panitia mengucapkan, diagendakannya acara ini yaitu dalam rangka silaturahmi sesama mahasiswa madura di Jakarta.
"Acara ini alhamdullilah berjalan lancar bahkan lebih dari itu, jujur, awalnya diluar dugaan saya acara yg hanya dipersiapkan satu minggu akan seistimewa dan semeriah ini. Luar biasa apresiasi teman-teman panitia, support para anggota dan bimbingan para senior." Ujar Isno selaku ketua panitia.
"Madura itu dari dulu memang dikenal kekompakannya, ya, kompak seperti acara malam ini. Jika tidak kompak bukan Madura namanya." Pungkas Isno.
Ketua FORMAD Jabodetabek Khairi mengatakan, acara tersebut merupakan momentum besar untuk merekatkan sesama mahasiswa Madura di Jakarta.
"Ini momentum besar untuk membangun solidaritas dan loyalitas sesama mahasiswa Madura di Jakarta, dan juga dalam rangka menyambut dan membimbing mahasiswa baru asal Madura di berbagai kampus JABODETABEK, bagaimana nanti adik-adik bisa bermental baja dalam menghadapi tekanan dan tantangan di tanah rantau yang akan dihadapkan dengan manusia-manusia yang berbeda jenis, berbeda etnis yang memiliki kultur budaya yang berbeda pula, bahkan dengan manusia-manusia yang beda agama, sehingga nanti mampu beradaptasi dengan mereka." Ungkap Khairi.
"Formad merupakan rumah kita bersama, bagaimana kita di Formad ini mampu menyatukan ide dan gagasan terhadap pembangunan Madura khususnya, sebab, kita merupakan penyambung lidah dan penampung aspirasi serta keluhan masyarakat Madura yang nantinya disampaikan pada Pemerintah Pusat." Tambah Ketua FORMAD penuh semangat.
"Seperti halnya impor garam yang dilakukan pemerintah, kita sebagai mahasiswa Madura yang sebagian orang tua kita sebagai petani garam, kita harus responsif menanggapi persoalan ini. Oleh karna, jika impor garam tidak dihentikan lambat laun akan berakibat fatal dan mematikan garam rakyat khusunya di Madura. Soal kasus impor garam ini Formad sempat adakan audiensi ke Kementerian Perindustrian." Tambah Khairi.
"Mari kita kawal proses pembangunan daerah di Madura melalui FORMAD. FORMAD siap menampung ide-ide strategis untuk prospektifitas masa depan Madura. Kita di Jakarta, merupakan aset-aset daerah yang nantinya akan berkontribusi besar terhadap pemerintah di Madura." Pungkasnya.***red/rfm

Comment