Penyalainews - Data penduduk diduga bocor dan menjadi viral di media sosil. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) lantas memastikan bahwa hal ini ketahui berdasarkan hasil analisis Tim Ditjen Dukcapil.
Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, setelah mengimpor dan menelusuri data yang ada di Website Raid Forums dalam akun bernama Kotz dipastikan bahwa data tersebut bukan bersumber dari Dukcapil.
“Berdasarkan poin 4, dari struktur dan pola datanya, saya memastikan itu bukan data yang bersumber dari dukcapil. Karena struktur data di Dukcapil tidak seperti itu,” tulis Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulis, mengutip Kompas.com, Jumat (21/5).
Zidan mengungkapkan bahwa data di Dukcapil tidak mempunyai informasi terkait tanggungan NPWP hingga nomor telepon.
“Struktur data di dukcapil tidak ada tanggungan, e-mail, NPWP, nomor HP, TMT, TAT,” lanjutnya.
Tim Ditjen Dukcapil, kata Zudan, sudah berupaya melakukan analisis serta menemukan struktur dari data yang bocor itu. Hasilnya ditemukan banyak kolom, di antaranya kolom nama, NIK, NPWP, nomor telepon, agama, tempat tanggal lahir hingga nomor KTP.
"Hasil penelusuran tim dari hasil import data sampel tersebut, diperoleh struktur data yang terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut: PSNOKA, PSNOKALAMA, PSNOKALAMA2, NAMA, NMCETAK, JENKEL, AGAMA, TMPLHR, TGLLHR, FLAGTANGGUNGAN, NOHP, NIK, NOKTP, TMT, TAT, NPWP, EMAIL, NOKA, KDHUBKEL, KDSTAWIN, KDNEGARA, KDGOLDARAH, KDSTATUSPST, KDKANTOR, TSINPUT, TSUPDATE, USERINPUT, USERUPDATE, TSSTATUS, DAFTAR," urainya.
Sebelumnya diketahui, data yang diklaim berasal dari 279 juta penduduk di Indonesia dijual di situs surface web Raid Forum. Situs ini bisa diakses siapa saja dengan mudah karena bukan merupakan situs gelap atau situs rahasia (deep web).
Ratusan data tersebut dijual oleh seorang anggota forum dengan akun "Kotz". Dalam keterangannya, Kotz mengatakan data tersebut berisi NIK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji. Data tersebut termasuk data penduduk Indonesia yang telah meninggal dunia.
Dari data ratusan juta orang itu, 20 juta di antaranya disebut memuat foto pribadi. Bahkan, penjual juga menyertakan tiga tautan berisi sampel data yang bisa diunduh secara gratis.

Comment