Penyalainews, Pelalawan - Apa yang menjadi daya tarik dari kabar penangkapan (OTT) Bupati Kepulauan Meranti Propinsi Riau H.M.Adil pada Kamis malam, 06 April 2023 lalu, hal itu merupakan tindakan tegas oleh lembaga anti rasuah negata yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI)
Operasi tangkap tangan Bupati Meranti tersebut membuat media sosial, media cetak, media televisi diwarnai dengan pemberitaan yang berada dan menempatkan di posisi trending topik.
Terus mengapa ini berita menjadi heboh, menyedot perhatian masyarakat ?
Itu karena, beberapa waktu yang lalu H.M. Adil ini populer dengan keberaniannya mencaci maki Kementerian Keuangan dengan sebutan "Dikementerian keuangan itu isinya iblis semua" keras memang pernyataan itu sehingga masih tergiang di pelupuk telinga.
Yang kontroversinya lagi adalah pernyataan tegas berani sampai mau angkat senjata, barangkali tindakannya M. Adil saat itu menuai banyak pujian.
Tapi kini pujian itu lucut dalam sekejap !!!
Kemudian pada malam Jum'at keramat tepatnya pada 06 April 2023 pengungkap Iblis di kementerian keuangan yang diutarakan M.Adil sudah merasuk kedalam dirinya, H.M.Adil kini bernasib apes, ia ditangkap KPK sontak hilanglah garangnya, hilang kerasnya, hilang tegasnya kini terkulai lesu jangankan angkat senjata, angkat muka pun tak berdaya (malu).
Terlepas dari semua itu secara peraturan perundang-undangan terbukti korupsi siap di BUI, 1 X 24 Jam berikutnya KPK akan menetapkan status tersangka bagi H.M. Adil dan beberapa pejabat dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, tangan mencencang bahu memikul begitulah kata pepatah.
Apa yang dialami Bupati HM.Adil ini dapat menjadi pelajaran bagi khususnya pejabat dilingkungan Kabupaten Pelalawan bukan harus berhati hati, tapi bekerjalah berdasarkan aturan yang ada, stop Korupsi makmur negeri, pemimpin jujur rakyat makmur, pemimpin kufur negari hancur.
Ketahuilah KPK itu dalam menghadapi Koruptor harus juga seperti hantu, tak terlihat namun ada dimana begitu pesan salah satu pegiat Anti korupsi Abdul Murat, S.IP Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Pelalawan.
"Selanjutnya kita tunggu rilis resmi dari KPK terkait OTT H,M.ADIL ini,"ujar Abdul Murat.***red/rfm

Comment