Penyalainews - Pascapenangkapan 22 orang tersangka teroris di Jawa Timur, beredar sebuah pesan bernada teror di media sosial WhatsApp. Secara tersirat, pesan tersebut berisikan teror yang ditujukan pada aparat kepolisian.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi terkait pesan teror berantai itu. Ia menerima pesan itu sebelum terjadinya pemindahan tahanan 22 orang tersangka teroris dari Mapolda Jatim ke Mabes Polri di Jakarta.
"Informasi (teror) itu sudah kita terima sebelum menggeser dari Mapolda ke bandara, itu sudah kita terima informasi itu," ujarnya, mengutip Merdeka.com, Jumat (19/3).
Berikut pesan ancaman yang tersebar melalui aplikasi pesan:

Saat ini, kata Gatot, Kepolisian telah melakukan penyelidikan terkait penyebar pesan teror berantai tersebut. Termasuk di antaranya, melakukan profiling terhadap si penyebar pesan.
"Sekarang masih kita profiling. Pada intinya kita lakukan penyelidikan. (Siapa pembuat dan penyebar), nunggu hasil, masih di profiling dan kita sudah koordinasikan dengan Ditsiber serta Densus untuk memprofiling siapa yang membuat dan menyebarkan," tambahnya.
Sebelumnya, 22 tersangka teroris yang dikirim ke Jakarta ini merupakan hasil tangkapan Densus 88 di berbagai daerah di Jatim, seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro dan Malang.
Tahanan mereka dipindahkan dari Mapolda Jatim ke Jakarta via udara. Sejumlah barang bukti seperti sejumlah buku, senjata tajam berupa pedang samurai, panah, puluhan kotak amal, uang tunai Rp197 juta lebih dan atribut yang mengindikasikan ke kelompok teror, juga turut disita dalam penangkapan ini.

Comment