BEM Dema PTAI Murka terhadap Puisi Sukmawati

Penyalainews, Jakarta - BEM DEMA PTAI Jakarta Menggelar Konferensi Pers di Matraman kampus Universitas Nahdatul Ulama Atas puisi yang disampaikan Sukmawati 
 
Menurut hasil kajian BEM DEMA PTAI Jakarta ada dua hal yang dipermasalahkan dari puisi Sukmawati. Yaitu, saat Sukmawati menyatakan puisinya bahwa konde ibu Indonesia lebih cantik dari cadar. Ini merupakan dua Hal yang sangat berbeda ketika diperjelas oleh Ranu Andika (Presnas) cadar merupakan Hak muslimah untuk menutup auratnya sedang konde adalah bagian dari budaya yang ada di indonesia.
 
Merupakan Bentuk penghinaan Terhadap syariat islam ketika Sukmawati mengatakan, Aku tak Tahu Syariat Islam, yang ku tahu Sari Konde Ibu Indonesia sangatlah indah lebih cantik dari cadar dirimu. 
 
Bagian kedua adalah saat dia mengatakan bahwa Kidung Ibu Indonesia lebih Merdu dari alunan Azan.
 
Cecep Hidayatullah Sekjen BEM DEMA PTAI yang juga Merupakan Ketua BEM Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta mengatakan sebagai Umat beragama sangat tidak layak mengucapkan kalimat tersebut karena jelas pada sila pertama KETUHANAN YANG MAHA ESA
 
"Sebaiknya Indonesia lebih memberikan Hukuman Tegas terhadap para penista Agama karena Indonesia merupakan negara yang melindungi hak aetiap agama dan Umat Beragama Secara Logika tidak ada rakyat Indonesia tidak memeluk agama," terang Cecep Hidayatullah,Rabu (4/4)
 
Asas Pancasila k tegas menyebutkan pada sila pertama namun bentuk Hukum kita yang belum setegas asas itu
 
Dia menegaskan sebaiknya kita berkaca pada negara-negara lain misal Afghanistan dan Pakistan
 
"Mereka menegakkan kedaulatan beragama rakyatnya, sedangkan Jerman saja memberikan hukuman maksimal 3 tahun penjara atau denda kepada Rakyatnya yang menghina agama Di Depan Publik, jadi kami selaku BEM DEMA PTAI meminta peneggakan hukum pada puisi itu, jangan sampai rakyat Indonesia terpecah belah hanya dengan untaian kata-kata yang tak bermakna itu," tutup Cecep Hidayatullah***red/rfm
 
Rezky FM 

Comment