Tanggapan Bank Indonesia soal Uang Baru Rp75.000 Marak Dijual Secara Online

Penyalainews , Jakarta- Fenomena penjualan uang baru edisi khusus senilai Rp75.000 semakin banyak diperdagangkan secara online. Harga per lembarnya bahkan dipatok melebihi nominal yang ada dalam uang tersebut.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Marlison Hakim meminta masyarakat bersabar mendapat uang baru tersebut di Bank Indonesia. Hal ini untuk menghindari jual-beli uang yang merugikan masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dan bersabar dengan memesan di Bank Indonesia sama dengan harga penukaran atau nominal Rp75.000," ujar Marlison dalam keterangan pers online, Jakarta, Senin (24/8).

Marlison melanjutkan, Bank Indonesia tidak bisa mengendalikan penjualan uang edisi khusus di masyarakat. Adapun jual-beli uang baru tersebut disebabkan gap antara permintaan dan penawaran yang masih tinggi.

"Kita tidak bisa menghindari jual beli UPK di masyarakat karena memang yang terjadi antara gap supply dan demand. Justru dengan adanya penukaran secara kolektif ini masyarakat sekarang punya kesempatan luas memiliki UPK," paparnya. ***red/rfm

Sumber : Merdeka.com

Comment