Ketua KPP Pelalawan Bantah Isu Terima Uang Bulanan dari Perusahaan, Nolis Hadis : Jangan Fitnah

Penyalainews, PELALAWAN – Ketua Komite Pemuda Pelalawan (KPP), Nolis Hadis, SH, membantah keras isu yang menyebut organisasi yang dipimpinnya menerima uang bulanan dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar, termasuk tudingan bahwa KPP menerima dana rutin dari PT PHI. 

Pernyataan itu disampaikan Nolis sebagai klarifikasi atas isu yang beredar di tengah masyarakat dan berpotensi mencoreng nama organisasi kepemudaan tersebut.

Menurut Nolis, selama ini Komite Pemuda Pelalawan (KPP) tidak pernah menerima uang bulanan dari perusahaan manapun yang beroperasi di wilayah Pelalawan.

Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tetap menjaga independensi dan tidak menjual nama organisasi untuk kepentingan pribadi.

“Saya selaku ketua menegaskan bahwa organisasi KPP tidak pernah menerima uang bulanan apapun dari perusahaan manapun, termasuk yang disebut-sebut dari PT PHI,” tegas Nolis, Minggu (08/02/2026).

Ia juga menekankan bahwa dirinya bukan tipe pemimpin yang memanfaatkan nama organisasi maupun rekan-rekan di dalam KPP untuk memperoleh keuntungan pribadi. 

Menurutnya, menjaga integritas organisasi menjadi hal yang sangat penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Nolis menyatakan, selama memimpin KPP ia berkomitmen menjalankan organisasi secara profesional dan bertanggung jawab. 

Oleh karena itu, ia tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan nama Komite Pemuda Pelalawan untuk kepentingan tertentu yang dapat merugikan organisasi maupun masyarakat.

Selain membantah isu tersebut, Nolis juga memberikan peringatan kepada perusahaan yang merasa pernah memberikan uang bulanan kepada oknum yang mengatasnamakan KPP. Ia meminta agar perusahaan tidak lagi memberikan dana kepada pihak yang mengaku mewakili organisasi tersebut tanpa konfirmasi resmi.

“Kepada perusahaan yang merasa memberi uang bulanan kepada oknum yang mengatasnamakan KPP, maka jangan pernah diberikan lagi untuk selanjutnya,” ujarnya.

Ia bahkan mempersilakan perusahaan yang merasa pernah memberikan dana kepada pihak tertentu dengan mengatasnamakan KPP untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Menurutnya, langkah itu penting untuk mengungkap kebenaran sekaligus menjaga nama baik organisasi.

“Jika memang ada bukti, silakan dilaporkan kepada pihak kepolisian atau berikan buktinya kepada kami. Apabila benar ada, maka saya selaku ketua KPP sendiri yang akan melaporkannya kepada pihak berwajib,” tegasnya.

Nolis juga mengingatkan seluruh anggota dan pemuda yang tergabung dalam Komite Pemuda Pelalawan agar tidak melakukan tindakan meminta-minta uang kepada perusahaan dengan mengatasnamakan organisasi.

Nolis juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dan dapat berimplikasi hukum.

Menurutnya, organisasi kepemudaan seharusnya menjadi wadah pembinaan, pengembangan kapasitas, serta pengabdian kepada masyarakat, bukan dijadikan sarana untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kepada seluruh pemuda Pelalawan yang tergabung dalam Komite Pemuda Pelalawan, apabila ada yang meminta uang kepada perusahaan atas nama KPP, kami peringatkan untuk segera menghentikan tindakan tersebut,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengurus KPP tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan bukti adanya anggota yang melakukan tindakan tersebut. Penegakan aturan internal maupun langkah hukum akan dilakukan demi menjaga marwah organisasi.

“Stop segera sebelum kami mendapatkan buktinya. Jika ditemukan bukti, maka kami akan menindak secara hukum,” ujar Nolis.

Lebih lanjut, Nolis berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait isu uang bulanan dari perusahaan kepada KPP. 

Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tetap berkomitmen menjalankan kegiatan kepemudaan secara transparan dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik perusahaan maupun masyarakat, untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara organisasi, masyarakat, dan dunia usaha sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dengan adanya klarifikasi ini, Nolis berharap nama baik Komite Pemuda Pelalawan tetap terjaga dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.***rfm

Comment