Penyalainews, PELALAWAN – Kepala Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Andika, mengapresiasi program Cetak Sawah yang dilaksanakan Kementerian Pertanian sebagai bagian dari program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, dengan total 750 hektare lahan sawah yang akan dikembangkan di wilayah Desa Pulau Muda. Program ini dinilai membawa dampak besar bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Program Cetak Sawah tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi beras nasional, khususnya di daerah yang memiliki potensi lahan pertanian luas namun belum tergarap maksimal.
Desa Pulau Muda menjadi salah satu lokasi prioritas karena memiliki kondisi lahan yang dinilai layak untuk pengembangan persawahan.
Kepala Desa Pulau Muda, Andika, menyampaikan bahwa pihak desa dan masyarakat sangat bersyukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di wilayahnya.
Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi petani yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Program Cetak Sawah ini sangat kami apresiasi. Ini adalah program Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan, dan Desa Pulau Muda mendapatkan alokasi seluas 750 hektare,” ujar Andika, Minggu, (18/01/2026).
Ia menegaskan, kehadiran program Cetak Sawah di Desa Pulau Muda bukan hanya soal membuka lahan baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa. Dengan bertambahnya lahan sawah, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Andika juga menyebutkan bahwa masyarakat, khususnya para petani, menyambut program ini dengan penuh antusias. Banyak petani yang sebelumnya hanya mengelola lahan terbatas, kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha pertanian secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Petani sangat bersyukur atas program Cetak Sawah ini. Mereka berharap ke depan produksi padi bisa meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga petani,” katanya.
Lebih lanjut, Andika menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar wacana. Beberapa waktu lalu, tim dari pemerintah pusat dan instansi terkait telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan persiapan teknis guna mewujudkan cetak sawah di Desa Pulau Muda.
Tim tersebut melakukan pengecekan kondisi lahan, sistem pengairan, serta potensi pendukung lainnya agar program Cetak Sawah dapat berjalan sesuai dengan rencana. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam merealisasikan program swasembada pangan.
Menurut Andika, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan program Cetak Sawah.
“Kami di desa tentu siap mendukung. Harapan kami, program ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Program Cetak Sawah di Desa Pulau Muda juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga setempat. Selain petani, sektor pendukung seperti pengolahan hasil pertanian dan distribusi juga diperkirakan akan ikut berkembang.
Dengan luas lahan mencapai 750 hektare, Desa Pulau Muda berpotensi menjadi salah satu sentra produksi padi baru di Kabupaten Pelalawan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari daerah.
Andika menambahkan, keberhasilan program Cetak Sawah akan sangat bergantung pada kesinambungan pendampingan dan dukungan dari pemerintah. Mulai dari penyediaan sarana produksi, infrastruktur pertanian, hingga akses pasar bagi hasil panen petani.
Ia berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap pembukaan lahan, tetapi juga disertai dengan pembinaan berkelanjutan agar petani mampu mengelola sawah secara optimal dan mandiri.
“Semoga program Cetak Sawah ini benar-benar berjalan sesuai harapan dan menjadi solusi nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Desa Pulau Muda,” tutup Andika.***red/rfm
Rezky FM

Comment