Penyalainews, Pekanbaru - Berbagai rumah sakit di Provinsi Riau mulai kewalahan menampung pasien Covid-19 hingga ruang ICU mulai penuh. Pasalnya, kasus aktif COvid-19 di Bumi Lancang Kuning ini hampir mencapai 6.000.
Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, Indra Yovi menyebutkan ruangan ICU berventilator di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad yang menjadi rujukan utama pasien Covid-19 sudah penuh.
Sejumlah rumah sakit swasta di Pekanbaru juga mengalami hal serupa. Kini, hanya tersisi ruang ICU tanpa ventilator sehingga belum masuk kategori ruangan perawatan pasien Covid-19 di Riau.
"Kondisi ini terjadi karena angka kasus harian selalu di atas 300, banyak yang bergejala berat," kata Yovi, mengutip Liputan6.com, Senin (3/5).
Pasien Covid-19, kata Yovi, bergejala sedang hingga berat wajib dirawat. Sementara di Riau, kondisi pasien bergejala ringan menuju berat.
"Ini menjadi kekhawatiran medis, bagaimana menyelamatkan nyawa warga dari Covid-19," kata Yovi.
Tak hanya ICU, ketersediaan ruangan perawatan Covid-19 untuk gejala ringan hingga sedang juga mulai mengkhawatirkan. Peningkatan keterisian ruangan perawatan mencapai 60 persen.
"Jika tidak ada antisipasi maka ketersediaan tempat tidur akan penuh," ucap Yovi.
Menurut Yovi, kasus angka kematian akibat terpapar virus corona di Riau sangat tinggi. Dalam beberapa pekan belakangan, setiap hari ada 15 orang meninggal dunia.
"Ini angka kematian tertinggi, bahkan mencapai puncak tertinggi di Riau," jelas Yovi.
Yovi menyebut sudah 14 bulan Riau berjuang keluar dari pandemi ini. Diapun mengatakan kondisi saat ini merupakan yang terburuk
"Apakah Riau bisa seperti India? Bisa saja, kalau tak ada lagi yang patuh pada protokol kesehatan," tegas Yovi.

Comment