Curi Barbuk 1,9 Kg Emas, Begini Cara Oknum Pegawai KPK Lewati 3 Lapis Pengamanan

Penyalainews - Barang bukti (barbuk) tindak pidana korupsi berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram dicuri oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui, barbuk yang dicuri itu terkait kasus suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo.

Bagaimana pegawai KPK berinisial IGAS itu mencuri emas batangan di tersebut? Padahal, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, sistem pengamanan barang bukti di KPK sudah super ketat, bahkan hingga tiga lapis pengamanan.

"Di KPK memang selama ini untuk masuk itu, ada tiga lapis (pengamanan), tapi karena tiga lapis itu mungkin di tingkat kejenuhan, artinya karena walaupun tiga lapis, tapi karena sudah terbiasa orangnya itu-itu aja maka kemudian pada saat yang pertama itu yang sesungguhnya memang dia berhak satu tahap," kata Ghufron, mengutip Okezone.com, Sabtu (10/4).

Tapi ternyata, IGAS punya cara sendiri untuk melewai tiga lapis pengamanan tersebut.
Sebagai pegawai di Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK, salah satu tugas IGAS menjadi barang bukti tindak pidana korupsi di lapisan pengamanan pertama. Karenanya, dia bisa dengan mudah melewati lapis pengamanan pertama.

Diduga, IGAS mencuri kunci dari petugas penjaga. Kebetulan, petugas yang menjaga lapis pengamanan berikutnya merupakan rekan IGAS. Sehingga, kata Gufron, IGAS tentunya sudah mengetahui kunci pengamanan di lapis berikutnya.

"Jadi dia mencurinya, mencuri ada tiga orang, tiga lapis. orang pertama untuk masuk ke tahap berikutnya harus melalui tahap kunci di orang kedua, nah kunci di tangan orang kedua dia curi di tasnya itupun tidak diketahui," beber Ghufron.

"Tapi karena pemegang kunci itu sudah merasa akrab sehingga tasnya juga ditempatkan di tempat yang dia (tersangka) tahu itu nah itu yang fatal terjadi," imbuhnya.

Setelah kejadian ini, Gufron menegaskan akan melakukan rotasi terhadap petugas yang menjaga menjaga barang bukti ataupun barang sitaan KPK. Tak hanya petugas, kata Ghufron, pihaknya juga bakal merubah kode untuk melewati setiap lapis pengamanan.

"Oleh karena itu kami akan kemudian melakukan perbaikan akan merotasi, maksudnya rotasi apa? rotasi baik personal maupun secara reguler kunci itu agar menggunakan kode-kode yang selalu akan secara reguler kami acak kembali," ujarnya.

 

Comment