BRK Syariah Jadi Motor Digitalisasi Pesantren di KURMA 2026, QRIS Diserahkan Langsung kepada Pesantren

Penyalainews, BATAM — Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis digital kembali ditegaskan Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) melalui peran aktifnya dalam ajang Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau di One Batam Mall, Rabu (04/3/2026).

Dalam opening ceremony tersebut, BRK Syariah mengambil peran strategis sebagai penggerak digitalisasi pesantren melalui penyerahan fasilitas pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada pesantren sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan syariah berbasis digital.

Penyerahan QRIS BRK Syariah dilakukan secara simbolis langsung oleh Branch Manager BRK Syariah Batam, Arifan Dinata, kepada perwakilan pesantren. Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan BRK Syariah dalam mendorong modernisasi sistem transaksi di lingkungan pendidikan Islam agar lebih efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran manajemen BRK Syariah, di antaranya Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah serta Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan T. M. Fadhly Kholis, sebagai bentuk dukungan penuh manajemen terhadap penguatan digitalisasi ekonomi syariah di daerah.

Penyerahan QRIS menjadi bagian dari rangkaian agenda strategis KURMA 2026 yang juga meliputi santunan anak yatim, penandatanganan kerja sama pesantren, penyerahan sarana pendukung pesantren, serta launching QRIS ZISWAF.

Melalui implementasi QRIS, pesantren kini dapat menerima berbagai transaksi secara non-tunai, mulai dari pembayaran pendidikan, infak, sedekah, hingga donasi masyarakat secara digital. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekaligus memperluas akses ekonomi pesantren ke ekosistem keuangan modern.

Branch Manajer BRK Syariah Batam, Arifan Dinata menyampaikan bahwa digitalisasi pesantren merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah berbasis komunitas.

“Pesantren memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Dengan QRIS BRK Syariah, transaksi menjadi lebih praktis dan transparan sehingga pesantren dapat berkembang mengikuti era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah,” ujar Arifan Dinanta.

Partisipasi aktif BRK Syariah dalam KURMA 2026 menegaskan positioning perseroan sebagai motor penggerak digitalisasi ekonomi syariah, tidak hanya bagi UMKM tetapi juga institusi keagamaan yang menjadi pilar pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

KURMA 2026 sendiri menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, industri perbankan syariah, serta pelaku usaha dalam memperkuat literasi dan implementasi ekonomi syariah selama Ramadan di Provinsi Kepulauan Riau.

Melalui inisiatif digitalisasi pesantren ini, BRK Syariah terus memperluas perannya sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi syariah daerah yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.***red/rfm

Comment